Senin, 31 Januari 2011

Isi Email Eli Cohen Untuk SBY

Seorang pegawai pajak yang mengatasnamakan Eli Cohen dengan berani menulis sebuah email yang ditujukan untuk SBY dan beberapa pejabat penting di Indonesia. Sang Eli Cohen ini dalam surat kalengnya menulis beberapa isu penting yang harus diperhatikan oleh pejabat negara kita. Dan salah satu isi email Eli Cohen untuk SBY adalah dengan mengangkat pengaturan skor dalam final piala AFF beberapa waktu lalu. Dalam surat tersebut Eli Cohen menyebutkan timnas dipaksa untuk mengalah 0-3 kepada Malaysia dengan imbalan yang sangat besar untuk PSSI. Pegawai pajak itu juga meminta agar pemerintah mengusut perkara pengaturan skor tersebut. Kemudian ia memberi tembusa surat kaleng atau email itu kepada beberapa pejabat yang terkait seperti Menteri Olah Raga, Ketua KPK, Ketua DPR dan Ketua KONI di akhir emailnya

Apakah benar isi email tersebut dan apakah si penulis surat kaleng telah memiliki bukti yang otentik untuk masalah ini ? Jika memang benar apa yang ditulis oleh Eli Cohen, tentunya hal ini akan menjadi bahan pembicaraan tersendiri dimasyarakat, khususnya yang memperhatikan dan berharap segera ada perubahan di tubuh PSSI. Inilah faktor mengapa banyak tuntuntan agar ketua PSSI segera menanggalkan jabatan seperti isi dalam lagu Nurdin Turun Dong beberapa waktu lalu yang ditampilkan Stefany di Youtube. Namun semuanya tetap masih harus menunggu bukti2 yang lebih otentik agar surat tersebut bisa benar2 diperhatikan oleh pemerintah. Dan untuk lebih lengkapnya, silahkan anda membaca sendiri isi email Eli Cohen untuk SBY berikut ini

Kepada Yth.

Bapak Susilo Bambang Yudhoyno
Presiden Republik Indonesia
Di Jakarta

Dengan Hormat,

Perkenalkan nama saya Eli Cohen, pegawai pajak dilingkungan kementrian Keuangan Republik Indonesia. Semoga Bapak Presiden dalam keadaan sehat selalu.

Minggu ini saya membaca majalah tempo, yang mengangkat tema khusus soal PSSI. Saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan apa yang saya dengar dari salah satu wajib pajak yang saya periksa dan kebetulan adalah pengurus PSSI (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya). Dari testimony yang disampaikan ternyata sangat mengejutkan yaitu adanya dugaan skandal suap yang terjadi dalam Final Piala AFF yang dilangsungkan di Malaysia.

Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu NH dan ADS. Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah.

Informasi dari kawan saya, saat di kamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden “laser” dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding.

Keuntungan yang diperoleh oleh dua oknum ini dari Bandar judi ini digunakan untuk kepentingan kongres PSSI yang dilangsungkan pada tahun ini. Uang tersebut untuk menyuap peserta kongres agar memilih NH kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada periode berikutnya.

Saya bukan penggemar sepak bola, namun sebagai seorang nasionalis dan cinta tanah air saya sangat marah atas informasi ini. Nasionalisme kita seakan sudah dijual kepada bandar judi untuk kepentingan pribadi oleh oknum PSSI yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karenanya saya meminta Bapak Presiden untuk melakukan penyelidikan atas skandal suap yang sangat memalukan ini.

Semoga Tuhan memberkati Negara ini.

Hormat Kami,

Eli Cohen
Pegawai Pajak

Tembusan
1. Menteri Olah Raga
2. Ketua KPK
3. Ketua DPR
4. Ketua KONI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar