Jumat, 02 Desember 2011

Anaknya Koplak Apalagi Bapaknya

Suatu Hari Joko (Nama di samarkan apabila ada kesamaan hanya kecelakaan biasa ) Pulang sekolah agak telat, Kemudian Ayahnya bertanya : "Joko, kenapa kamu pulang terlambat??"
Joko Menjawab : "Di sterap karena ngak bisa jawab pertanyaan pa..." Ayahny menjadi kasian dan bertanya : "Apa pertanyaannya? Sini Papa bantu !! (dengan pede, gagah dan muka yang cerdas)" Joko gembira dan menjawab : "Itu pa, Joko ga tau siapa yang menanda tangani Teks Proklamasi pa" Ayahnya mendadak tertawa terbahak2 dan geli : "HAHAHAHA... Kenapa jadi pusing nak??? HAHAHAHAHA... YA SUDAH, SINI PAPA SAJA YANG TANDA TANGAN !!"

Anaknya Koplak Apalagi Bapaknya

Suatu Hari Joko (Nama di samarkan apabila ada kesamaan hanya kecelakaan biasa ) Pulang sekolah agak telat, Kemudian Ayahnya bertanya : "Joko, kenapa kamu pulang terlambat??"
Joko Menjawab : "Di sterap karena ngak bisa jawab pertanyaan pa..." Ayahny menjadi kasian dan bertanya : "Apa pertanyaannya? Sini Papa bantu !! (dengan pede, gagah dan muka yang cerdas)" Joko gembira dan menjawab : "Itu pa, Joko ga tau siapa yang menanda tangani Teks Proklamasi pa" Ayahnya mendadak tertawa terbahak2 dan geli : "HAHAHAHA... Kenapa jadi pusing nak??? HAHAHAHAHA... YA SUDAH, SINI PAPA SAJA YANG TANDA TANGAN !!"

Anaknya Koplak Apalagi Bapaknya

Suatu Hari Joko (Nama di samarkan apabila ada kesamaan hanya kecelakaan biasa ) Pulang sekolah agak telat, Kemudian Ayahnya bertanya : "Joko, kenapa kamu pulang terlambat??"
Joko Menjawab : "Di sterap karena ngak bisa jawab pertanyaan pa..." Ayahny menjadi kasian dan bertanya : "Apa pertanyaannya? Sini Papa bantu !! (dengan pede, gagah dan muka yang cerdas)" Joko gembira dan menjawab : "Itu pa, Joko ga tau siapa yang menanda tangani Teks Proklamasi pa" Ayahnya mendadak tertawa terbahak2 dan geli : "HAHAHAHA... Kenapa jadi pusing nak??? HAHAHAHAHA... YA SUDAH, SINI PAPA SAJA YANG TANDA TANGAN !!"

Di Bilang Gila nih Pemuda Keren

Seorang pemuda desa yang merantau ke Jakarta pada lebaran lalu mudik ke kampung halamannya setelah sekian lama hidup di Jakarta. Di kampungnya, sebelum pemuda ini datang sudah tersiar kabar yang heboh, sehingga ketika ia sampai pun banyak orang yang datang ingin tau apa benar kabar heboh dan miring tersebut. Sampailah dia ke rumahnya di desa. Wow ternyata, pemuda ini datang nebeng mobile mewah orang tuanya yang ikut mudik. Wajahnya tetap ganteng bahkan terlihat lebih muda, mungkin karena hidup santai tanpa banyak beban di Jakarta. Ia memakai Kaca Mata hitam yang keren, rambut sedikit ikal disisir rapi, kumis tipis bagai garis kabur di atas bibirnya. Kemeja putih bersih dibungkus jacket kulit hitam masih baru lagi. Sepatu hitam berkilau dengan kaos kaki setinggi 1/4 kaki. Menenteng koper ukuran sedang bagaikan eksekutif muda. Menebar senyum pada para tamunya bagaikan bintang sinetron. Tapi, semua orang bilang “Wah kesihan banget ya, ganteng dan kaya tetapi GILA!!”. Anda tau mengapa orang bilang dia gila ?
. . . . . . . Jawab: Dia Tidak Pakai Celana!!

Di Bilang Gila nih Pemuda Keren

Seorang pemuda desa yang merantau ke Jakarta pada lebaran lalu mudik ke kampung halamannya setelah sekian lama hidup di Jakarta. Di kampungnya, sebelum pemuda ini datang sudah tersiar kabar yang heboh, sehingga ketika ia sampai pun banyak orang yang datang ingin tau apa benar kabar heboh dan miring tersebut. Sampailah dia ke rumahnya di desa. Wow ternyata, pemuda ini datang nebeng mobile mewah orang tuanya yang ikut mudik. Wajahnya tetap ganteng bahkan terlihat lebih muda, mungkin karena hidup santai tanpa banyak beban di Jakarta. Ia memakai Kaca Mata hitam yang keren, rambut sedikit ikal disisir rapi, kumis tipis bagai garis kabur di atas bibirnya. Kemeja putih bersih dibungkus jacket kulit hitam masih baru lagi. Sepatu hitam berkilau dengan kaos kaki setinggi 1/4 kaki. Menenteng koper ukuran sedang bagaikan eksekutif muda. Menebar senyum pada para tamunya bagaikan bintang sinetron. Tapi, semua orang bilang “Wah kesihan banget ya, ganteng dan kaya tetapi GILA!!”. Anda tau mengapa orang bilang dia gila ?
. . . . . . . Jawab: Dia Tidak Pakai Celana!!

Di Bilang Gila nih Pemuda Keren

Seorang pemuda desa yang merantau ke Jakarta pada lebaran lalu mudik ke kampung halamannya setelah sekian lama hidup di Jakarta. Di kampungnya, sebelum pemuda ini datang sudah tersiar kabar yang heboh, sehingga ketika ia sampai pun banyak orang yang datang ingin tau apa benar kabar heboh dan miring tersebut. Sampailah dia ke rumahnya di desa. Wow ternyata, pemuda ini datang nebeng mobile mewah orang tuanya yang ikut mudik. Wajahnya tetap ganteng bahkan terlihat lebih muda, mungkin karena hidup santai tanpa banyak beban di Jakarta. Ia memakai Kaca Mata hitam yang keren, rambut sedikit ikal disisir rapi, kumis tipis bagai garis kabur di atas bibirnya. Kemeja putih bersih dibungkus jacket kulit hitam masih baru lagi. Sepatu hitam berkilau dengan kaos kaki setinggi 1/4 kaki. Menenteng koper ukuran sedang bagaikan eksekutif muda. Menebar senyum pada para tamunya bagaikan bintang sinetron. Tapi, semua orang bilang “Wah kesihan banget ya, ganteng dan kaya tetapi GILA!!”. Anda tau mengapa orang bilang dia gila ?
. . . . . . . Jawab: Dia Tidak Pakai Celana!!

Kamis, 01 Desember 2011

TIM PENCOPET vs TIM PEDAGANG!

Alkisah Dalam sebuah turnamen sepakbola Bertemulah tim.pedagang vs tim.pencopet Sebelum pertandingan kedua kubu masing membicarakan tak tik mereka Di kubu tim.pedagang "pokok nya kita harus menang dari tim pencopet itu, bisa apa sih mereka?"
Di kubu tim pencopet Pemain 1 = kawan-kawan kita harus bisa memenangkan pertandingan ini!, kalau perlu main kasar, tekel, sikut, atau tendang saja kaki nya! Pemain 2 = kalau begitu apa tidak kwatir kita terkena kartu merah? Pemain 1 = tenang saja, itu tidak akan terjadi. Pemain 2 = kenapa kamu begitu yakin?? Pemain 1 = karna aku sudah mencopet semua kartu merah dari saku wasit!