Jumat, 10 Desember 2010

Polisi yang Beruntung

Suatu hari terjadi kecelakaan sepeda motor di depan rumah Dokter Michael, yang sangat terkenal karena ahli menyembuhkan.
Orang yang terjatuh dari sepeda motor itu ditolong oleh seorang Polisi. Lalu terjadilah dialog:

Polisi: “Wah… untung bapak jatuh tepat di depan rumah Dokter Michael yang terkenal itu, jadi saya tidak perlu repot-repot membawa bapak ke rumah sakit. Sebentar ya Pak! saya panggilkan Dokter Michael…”
Lalu orang yang terjatuh dari sepeda motor itu berkata pada Pak Polisi…
Orang: “Wah… lebih beruntung lagi bapak polisi, tidak perlu repot-repot memanggil Dokter Michael, karena saya sendiri adalah Dokter Michael…”
Polisi: “!!!???”

Ayam Jago Kesepuluh

Cerita ini tentang sebuah peternakan ayam. Di sana ada 25 ayam betina dan 1 ayam jago yang umurnya sudah tua sekali. Karena merasa bahwa ayam jago yang sudah tua tadi sudah melewati masa suburnya, si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda. Tentu saja hal ini membuat si ayam jago tua menjadi cemburu dan merasa tersaingi. Lalu terjadi percakapan seperti ini:

Si Tua: “Eh, kamu jangan serakah ya. Ayam betinanya kan ada 25. Kamu boleh ambil yang 15 sedang aku yang 10 ekor.”
Si Muda: “Tidak bisa. Kamu kan sudah tua dan loyo. Pokoknya semua buat aku aja.”
Si tua: “Kalau begitu mendingan kita lomba saja. Siapa yang menang boleh ambil semua ayam betina yang ada di peternakan ayam ini. Yang kalah tidak mendapat satu ekor pun.”
Si Muda: “Boleh saja! Mau lomba apa?”
Si Tua: “Lomba lari.”
Si Muda: “Ok.”
Si Tua: “Lombanya 400 meter. Tapi karena aku sudah tua, aku minta untuk lari dulu di depanmu 50 meter.”
Si Muda: “Boleh.” (dengan penuh keyakinan).
Kemudian lomba lari dimulai. Ayam jago tua lari dulu 50 meter baru kemudian ayam jago yang muda lari menyusul dengan kecepatan dua kali lipat. Eh, baru kurang 1 meter menyusul, si ayam jago muda ditembak langsung oleh pemilik peternakan. Apa yang dikatakan pemilik peternakan tersebut?
Pemilik: “Kurang ajar. Ini ayam jago homo kesepuluh yang aku beli bulan ini. Sukanya kejar-kejar si jago tua saja.”

Sebelum atau Sesudah Makan

Seorang pria yang sangat gemuk pergi ke dokter untuk konsultasi mengenai program diet.
Dokter: “Anda harus sungguh-sungguh disiplin dalam menjaga makanan Anda.”
Pria: “Baik, Dok!”

Dokter: “Sekarang Anda hanya boleh makan tiga lembar daun selada, sepotong roti panggang, segelas sari jeruk dan sebuah tomat.”
Pria: “Semua itu harus saya habiskan sebelum atau sesudah makan, Dok?”

Harus Ditata Ulang

Suatu hari, seorang pasien datang menemui dokter dan berkata, “Dokter, saya ingin menjalani operasi cangkok hati, cangkok ginjal, cangkok jantung, cangkok mata, cangkok limpa dan lain-lain…!”

“Eh… sebentar… sebentar, kenapa anda tiba-tiba merasa ingin mengoperasi itu semua…!?”
“Karena bos saya bilang kalau saya masih mau terus kerja di kantor saya, maka diri saya harus ditata ulang…!”, jawab pasien dengan polosnya.

Semua Orang Memanggilku Aisyah

Pada suatu malam sepasang suami istri sedang tidur nyenyak. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara keras. Ternyata pintu kamar mereka dibuka dengan kuat dan mengejutkan mereka. Seorang perampok lelaki dengan wajah garang mengacungkan senjata tajam ke arah si isteri.
Perampok: “Sebelum kamu mati kubunuh, sebutkan namamu!”

Istri: “Na… na… nama sa… saya… Aisyah”
Perampok: “Aisyah? Nampaknya sama dengan nama ibuku. Aku tidak boleh membunuhmu.”
Lalu dia mendekati si suami dan sambil mengacukan senjatanya ia berkata…
Perampok: “Sebutkan namamu! Aku mesti tahu nama setiap orang yang menjadi korbanku.”
Suami: “Namaku Irwan… tapi… semua orang me… memanggilku Aisyah…”

Saya Kira Kingkong

Kaisar Ming sangat disegani di dataran Mongolia. Dari berbagai kisah perangnya yang mengerikan, terselip sebuah kisah yang menggelikan. Alkisah Baginda mempunyai seorang putri yang cantik jelita.
Suatu hari, datanglah 3 orang pangeran yang hendak melamar tuan putri. Karena bingung untuk memilih, sang putri meminta baginda memberikan syarat. Baginda memberikan tugas untuk mencari benda-benda tertentu kepada ketiga pangeran tersebut dan diberi waktu satu tahun untuk mendapatkannya.

Selang setahun kemudian, sang pangeran pertama datang menghadap.
Baginda: Hei Pangeran, mana telur naga sakti yang kuminta itu?
Pangeran I: Ampun tuanku… hamba gagal.
Baginda: (merah padam) Apa…???!!! Pengawal, potong kedua tangannya!!!
Selang beberapa waktu kemudian, Pangeran kedua datang. Tampak lesu dan sedih.
Baginda: Pasti kamu gagal mendapatkan sirip hiu putih yang kuminta itu…
Pangeran II: Ampun tuanku, hamba nggak bisa berenang…
Baginda: Dasar Pangeran O’on… Pengawal, potong kedua kakinya…
Baginda menjadi putus asa… sampai seminggu kemudian, datanglah pangeran ketiga. Wajahnya kusam kusut. Pakaiannya compang camping. Sekilas, tampak dia baru saja mengalami peristiwa-peristiwa sulit. Dengan senyum lebar, pangeran ketiga menghadap Baginda.
Baginda: Aha… Pasti kamu berhasil.
Pangeran III: Setelah mengalami berbagai masa-masa sulit akhirnya saya berhasil mempersembahkannya untuk baginda.
Baginda: He he he… jadi sekarang mana bola ping pong kesayanganku yang hilang setahun yang lalu?
Pangeran III: PING PONG??? Saya kira KINGKONG…!!!

Kek

Orang 1: “Eh, masa aku dipangil om sama anak itu?”
Orang 2: “Kalo aku dipanggil pak!”
Orang 3: “Aku justru dipanggil Kek!”

Orang 1: “Kok aneh, ya? Padahal kamu kan masih muda?”
Orang 3: “Ya ga tau deh? Anak itu bilang: Geser dikit, Kek!”